Editor : Rani Yustita

Semua orang ingin pernikahannya berjalan dengan sempurna, mulai dari tempat resepsi undangan yang baik dengan dihiasi dekorasi yang sesuai dengan keinginan, desain kartu undangan yang pas dengan tema acara, hingga suvenir hadiah untuk para tamu yang tidak asal-asalan. Acara pernikahan yang sempurna tersebut tentu saja harus diabadikan, agar menjadi kenang-kenangan dan kisah yang bisa diceritakan pada anak dan cucu kita. Tapi bagaimana ternyata fotografer yang kita sewa ternyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan? Fotonya terlihat tidak professional, ada yang blur, atau tidak fokus pada acara pernikahan. Tentu menyebalkan bukan? Untuk itu, kami berikan beberapa tips memilih fotografer yang tepat untuk pernikahan anda pada ulasan kami di bawah ini. Selamat membaca!

1. Tentukan Gaya Anda

Sebelum anda memutuskan untuk menyewa fotografer yang akan dipakai pada acara pernikahan anda, sebaiknya anda menentukan gaya anda terlebih dahulu sedetail mungkin. Mulai dari tema, tone warna yang diinginkan hingga pose yang akan dipakai pada saat pemotretan. Hal ini berguna agar anda tidak kesulitan menjelaskan apa yang anda inginkan kepada fotografer yang nanti anda sewa. Semakin anda detail menentukan gaya yang akan anda pakai, semakin mudah fotografer memahami keinginan anda. Jika anda masih bingung gaya apa saja yang bisa anda pakai, anda bisa melihat referensi gaya berikut :

  • Dokumenter
    Merupakan gaya fotografi yang menggunakan gaya candid dan spontan. Anda tidak perlu berpose, tapi bergaya natural untuk mengesankan kesederhanaan acara pernikahan anda. Mungkin terlihat sederhana, namun jika sang fotografer sudah professional dan cocok dengan gaya dokumenteri ini, anda akan mendapatkan hasil foto yang sangat bagus, sangat natural, dan jauh dari kesan ‘biasa’. Hasil foto akan menangkap momen yang terjadi apa adanya, dan hasil dari setiap foto akan menyusun sebuah cerita jika disambung-sambungkan.
  • Fine Art
    Merupakan gaya fotografi yang lebih berat pada sisi artistiknya daripada pose objek yang difoto. Gaya ini akan memberikan makna yang lebih dalam dari gaya yang lain, terkesan dramatis dan akan terlihat indah. Hasil foto biasanya berbentuk hitam dan putih, terkesan artsy. Tidak semua fotografer dapat melakukan gaya foto ini dengan sempurna, hanya yang benar-benar menggeluti dan mempelajari gaya ini saja yang dapat melakukannya. Jika anda menginginkan gaya foto seperti ini, anda harus memastikan fotografer yang anda sewa dapat melakukannya dengan sempurna.
  • Portraiture
    Jika anda orangnya tradisional dan tidak mau mencoba hal-hal yang baru, sebaiknya anda memilih gaya potret klasik saja. Gaya ini merupakan gaya standar dari dunia fotografi, dimana anda berpose dengan menggunakan backdrop berbagai warna atau bisa dilakukan di outdoor dengan pemandangan yang indah. Gaya ini akan mengesankan rasa glamour, elegan, dan indah.
  • Edgy-Bold
    Sebaliknya, jika anda suka dengan tantangan, ingin mencoba hal baru dan tidak ingin foto anda terkesan mainstream, anda bisa mencoba gaya edgy-bold Gaya ini menggunakan teknik fotografi yang tidak biasa, out-of-the-box dan framing yang tidak konvensional. Jika anda ingin menggunakan gaya ini, sebaiknya anda lihat dan pelajari dulu hasil foto orang-orang yang juga menggunakan gaya ini. Takutnya, gaya ini akan cocok di orang lain namun tidak dengan anda.

2. Membuat List Fotografer

Mulailah membuat list fotografer yang tersedia di kota anda. Lihat semua portofolio dan ulasan dari pelanggan yang pernah memakai jasanya. Dengan melihat portofolio dari seorang fotografer, anda dapat melihat bagaimana gaya pemotretannya, sudut yang biasa di ambil, dan detail-detail yang ada dalam setiap fotonya. Selidiki juga akun sosial medianya untuk melihat personality yang diberikan kepada klien-kliennya. Jika fotografer anda memiliki attitude yang kasar dan susah diajak kerjasama, sudah tentu hasilnya tidak akan baik bukan? Buatlah list fotografer yang sekiranya bisa diajak kerjasama, memiliki portofolio yang bagus, dan personality yang ramah. Dengan begini, anda dapat lebih mudah mengontak dan memilih fotografer yang ingin dipakai nanti.

3. Lakukan Interview Santai

Setelah anda membuat list-list fotografer yang sekiranya bisa dipakai, segera temui fotografer-fotografer tersebut dan lakukan interview secara santai. Jangan lakukan sesi tanya jawab ini dengan tingkat keseriusan yang tinggi. Bertanya dengan santai dan penuh keceriaan untuk melihat bagaimana tingkat keterbukaan dan keramahan dari sang fotografer. Pada saat anda melakukan interview ini, ungkapkan gaya fotografi apa yang anda inginkan dan tanya apakah sang fotografer bisa melakukannya. Lihat juga portofolio fisik yang dimilikinya, apakah sesuai dengan gaya yang anda inginkan atau tidak. Anda tidak usah malu untuk bertanya-tanya, karena sudah kewajiban seorang fotografer untuk menjawab dan meyakinkan calon kliennya.

Jika setelah interview anda merasa cocok dengan fotografer yang anda pilih, lihat paket-paket yang ditawarkan. Lihat dengan jelas dan detail produk-produk apa saja yang akan anda dapatkan, kewajiban apa saja yang harus anda bayar, dan hak-hak apa saja yang bisa anda minta kepada sang fotografer. Jangan sampai anda harus membayar lebih banyak untuk membuat album foto anda sendiri, karena anda tidak diberikan hak atas foto yang dipotret oleh sang fotografer.

4. Kontrak Yang Jelas

Setelah semua nya anda lihat secara mendetail, baik portofolio, kecocokan antara gaya yang diinginkan dan produk-produk yang didapatkan, anda harus membuat kontrak yang jelas di atas kertas. Jangan hanya memberikan sejumlah uang yang harus dibayar kemudian mendapatkan kuitansi, tapi buatlah kontrak yang jelas dengan segala perjanjian didalamnya. Terkadang ada fotografer yang baik di awal namun kacau di akhir, tidak menetapi janji menyerahkan produk yang harusnya didapatkan oleh konsumen alias wanprestasi. Jika anda merasa kuitansi dan surat perjanjian kurang mengikat, anda bisa menggunakan surat kontrak tambahan agar anda benar-benar yakin mendapatkan yang harus anda dapatkan dari sang fotografer.

Untuk seorang perfeksionis yang menginginkan acara pernikahannya berjalan dengan sempurna, memilih fotografer memang tidak boleh sembarangan. Hasil foto yang dihasilkan harus berkualitas baik, dapat menangkap momen yang ada dengan pas, dan tidak terlihat asal-asalan. Namun harus diingat juga bahwa fotografer memiliki gaya pemotretan yang berbeda-beda, tidak bisa dipaksakan sesuai dengan keinginan kita jika memang sang fotografer tidak ahli dalam gaya tersebut. Hasil foto yang baik berasal dari fotografer yang baik, dan mudah-mudahan tips yang kami berikan ini dapat anda gunakan untuk memilih fotografer yang pas untuk pernikahan anda.

Leave a Reply