Untuk sepasang kekasih yang akan segera menikah, urusan kartu undangan bukan merupakan suatu hal yang sepele. Mulai dari desain, kata-kata yang ada didalamnya, hingga penulisan gelar dan nama tamu undangan yang baik dan sempurna. Bisa dibilang, undangan ini adalah salah satu elemen yang paling penting dalam sebuah acara pernikahan. Tentu saja, kita harus memperhatikan soal etika dalam undangan pernikahan.

Alasannya adalah, tamu yang diundang akan mendapatkan informasi krusial dan penting mengenai detail pernikahan. Dress code, ketentuan, peta hingga nama tempat akan disisipkan pada kartu undangan ini. Tapi tahukah anda bahwa ada etika dalam undangan pernikahan yang harus kita perhatikan? Simak etika-etika apa saja yang harus menjadi perhatian dibawah ini!

Waktu Mengirim Kartu Undangan

Biasanya, kartu undangan disebar sekitar 1-2 bulan sebelum pernikahan dilaksanakan. Hal ini dikarenakan tamu yang diundang bisa merencanakan kepergiannya, baik dari tanggal dan jam berangkat hingga jenis transportasi yang digunakan. Beberapa pasangan bahkan mengirim kartu save-the-date yang dikirim 3 bulan (bahkan lebih) sebelum pernikahan dilaksanakan.

Etika dalam undangan pernikahan sebenarnya bisa disesuaikan dengan tema yang diinginkan dan jumlah tamu yang diundang. Namun sebaiknya, waktu pengiriman kartu undangan jangan terlalu jauh dari tanggal pernikahan.

RSVP List

Jika anda menginginkan pernikahan yang sederhana, simpel dan tidak akan mengundang banyak tamu, anda bisa menggunakan RSVP List atau undangan pernikahan yang memerlukan balasan dari calon undangan. Contohnya adalah, anda bisa mengirim 100 undangan secara online, dan ditanyakan satu per satu kepada tamu anda apakah bisa menghadiri acara pernikahan ini atau tidak.

Dengan ini anda akan mendapatkan kepastian tamu yang akan datang, sehingga budgeting akan lebih efisien dan efektif. Etika dalam mengirim RSVP list ini biasanya dikirim 2 minggu sebelum pernikahan, yang dapat memberikan waktu tambahan untuk sang calon pasangan mengatur tempat duduk dan budgeting.

Jumlah Orang yang Diundang

Katakanlah anda menginginkan pernikahan anda hanya dihadiri oleh orang dewasa. Tapi, teman-teman anda ada yang sudah memiliki anak. Karena konsep rencana pernikahan anda menggunakan tema dewasa, tidak mungkin memasukan anak kecil sebagai daftar tamu. Bagaimana anda menjelaskan ini kepada tamu undangan? Anda dapat menulis nama undangan persis sama dengan yang nama orang yang ingin anda undang. Tanpa ada tambahan kata ‘keluarga’ dibelakang atau didepannya.

Biasanya, orang akan menangkap ‘pesan’ ini dan datang sendiri. Namun bila ternyata masih ada anak-anak yang datang, sewalah satu-dua orang babysitter untuk menjaga anak-anak selama acara berlangsung. Dengan begitu, acara akan berlangsung aman dan nyaman.

Dress Code

Anda ingin tamu anda memiliki dress code demi kesempurnaan acara pernikahan anda? Cantumkan dengan jelas di undangan yang anda kirim, dengan font dan warna yang mudah dibaca. Biasanya, dress code ini ditulis pada pojok kanan undangan pernikahan. Desain undangan pun akan turut memberi kesan yang ingin anda berikan.

Desain undangan berwarna putih dengan font yang simpel menandakan acara pernikahan akan dijalankan secara ‘ringan’ dan sederhana. Sedangkan warna-warna gelap atau mewah dengan ornamen-ornamen yang sulit menandakan acara pernikahan akan digelar secara ‘berat’ dan penuh formalitas.

Bahasa Undangan Pernikahan

Etika dalam undangan pernikahan yang terakhir adalah menyoal bahasa. Bahasa yang ada didalam kartu undangan akan sangat mencerminkan tema dan berat acara pernikahan anda. Bahasa yang santai, tidak sulit, simpel dan sedikit disisipi humor akan menandakan acara tersebut digelar secara santai. Sebaliknya, jika bahasa yang ada di dalam kartu undangan anda menggunakan kata-kata yang berat, tamu undangan akan merasa acara pernikahan ini berat.

Sebaiknya, bahasa yang digunakan sesuai dengan tema pernikahan agar mencegah kebingungan. Kata-kata yang ada pun harus menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak terdapat typo atau salah ketik, apalagi dalam penulisan nama tamu undangan.

Baca Juga : 5 Undangan Pernikahan Unik dan Anti Mainstream!

Etika-etika diatas hanyalah segelintir dari hal-hal yang harus diperhatikan dalam suatu undangan pernikahan. Jangan lupa juga etika-etika yang harus diperhatikan saat melayani tamu undangan yang sudah berada di acara pernikahan, baik dari sisi pelayanan maupun kenyamanan dan keamanan.

Leave a Reply