Ingin Menikah? Bicarakan Dulu 7 Topik Penting Ini Dengan Pasangan!

Topik Penting Seputar Pernikahan
Sumber : Susan And Mathis

Editor : Rani Yustita


Sekarang ini kita banyak melihat di televisi bagaimana artis kawin-cerai begitu mudah dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan tidak ada lagi kecocokan, sudah tidak nyaman, lebih baik berpisah dan lain sebagainya. Ada juga yang beralasan karena kekerasan rumah tangga (KDRT), tidak dinafkahi dan alasan fisikal yang biasanya berujung pada pelaporan ke pihak berwajib. Sebenarnya, hal ini tidak hanya terjadi di dunia artis semata. Banyak orang-orang yang menikah namun akhirnya bercerai, hanya karena suatu ketidak cocokan yang sebenarnya bisa dihindari sebelum memutuskan untuk menikah. Seorang calon istri dan calon suami harus tahu luar dalam antar pasangan, dan mencapai kesepakatan bersama dalam satu tujuan pernikahan. Harus ada diskusi mendalam tentang masa depan yang akan dijalani bersama, yang bisa anda tanyakan melalui 7 topik penting dibawah!

Tujuan Menikah

Topik penting yang harus dibicarakan adalah tujuan dan alasan pasangan tersebut ingin menikah. Tujuan dalam pernikahan merupakan salah satu hal yang paling penting untuk dibicarakan secara lengkap dan mendalam antar pasangan. Topik tujuan pernikahan bisa dikatakan sebagai fondasi utama jika memutukan untuk menikah. Tanpa adanya fondasi yang kuat, maka sangat mungkin kehidupan pernikahan kedepan tidak akan berjalan mulus. Tujuan calon istri dan calon suami sejatinya haruslah sama. Mulai dari alasan menikah, ke arah mana rumah tangga mau dibawa, hingga bagaimana caranya membangun komunikasi antar keluarga harus jelas kedudukannya. Tanpa adanya satu tujuan yang sama, mustahil kebahagiaan akan tercapai bersama.

Anak

Jika kita sering melihat forum-forum pernikahan di internet, akan banyak kita temui pasangan yang sudah bercerai menyesal tidak sepakat soal anak ini. Sebelum menikah, mereka tidak atau jarang membicarakan tentang rencana memiliki buah hati di masa depan. Hasilnya, mereka jadi tidak sepakat tentang jumlah anak, kapan waktunya memiliki anak, jarak antara anak yang diinginkan, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk dibicarakan, karena seorang anak dapat menjadi penambah kekuatan dalam suatu pernikahan jika mencapai kata sepakat antar pasangan. Sebaliknya, anak malah akan menjadi alasan dan malapetaka retaknya suatu hubungan pernikahan. Sangatlah tidak bijaksana jika seorang Istri atau suami memaksakan keinginannya untuk memiliki anak kepada pasangannya setelah menikah. Jika tidak dibicarakan dengan mendalam, hal ini dapat menjadi ‘racun’ yang dapat membuat pernikahan anda goyang ditengah jalan. Karena alasan inilah, membicarakan anak merupakan topik penting yang harus dibahas sebelum menikah.

Konflik

Banyak yang bilang bahwa konflik atau perselisihan dalam rumah tangga merupakan ‘pemanis’ yang dapat lebih mengeratkan hubungan antar pasangan. Namun banyak pula pasangan yang menginginkan pernikahan damai sempurna dengan ketiadaan konflik yang tidak perlu. Tapi tentu saja, suka atau tidak suka konflik pasti akan ada dalam suatu pernikahan. Mulai dari masalah kecil seperti kebersihan dan kerapihan rumah, hingga kebijakan dan aturan rumah tangga kedepannya. Setiap calon pasangan harus memiliki kesepakatan bagaimana menyelesaikan konflik yang mungkin akan terjadi di masa depan. Pasangan harus sepakat dalam hal bagaimana cara untuk menyikapi sebuah perbedaan pendapat, bagaimana berkomunikasi tentang kehidupan seksual, bagaimana menyikapi tanggapan dari keluarga dan semacamnya. Konflik, dibarengi dengan kebijaksanaan dan kesepakatan antar pasangan akan benar-benar menjadi pemanis dan penguat suatu hubungan pernikahan. Jika tidak, konflik sudah pasti akan membuat pasangan tidak nyaman satu sama lain, dan akan berujung perpisahan.

Nilai Dan Pandangan

Pernikahan merupakan suatu persatuan antar individu yang sebelumnya berbeda nilai dan pandangan. Penting atau tidaknya satu hal memiliki jarak yang berbeda antar pasangan. Sedikit contoh, calon istri menganggap bahwa kebersihan rumah merupakan suatu hal yang sangat penting. Sedangkan calon suami menganggap hal itu tidak terlalu penting. Tidak hanya dalam hal kecil seperti ini, tingkat nilai dan kepercayaan juga akan berbeda pada hal-hal fundamental dalam pernikahan. Perbedaan pandangan mengenai masalah kontrasepsi, tugas dan kewajiban seorang suami atau istri, hingga masalah agama pasti memiliki perbedaaan. Calon pasangan yang akan menikah harus bisa setidaknya menyamakan level pandangan mereka. Tidak harus persis sama, namun harus dibicarakan tingkat toleransi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Tempat Tinggal

Tempat tinggal suatu pasangan sedikit banyak akan menjadi topik selama pernikahan. Masalah ini biasanya berkaitan dengan pekerjaan. Bukan tidak mungkin dimasa depan sang calon istri atau calon suami harus pergi bekerja ke tempat yang jauh, sehingga harus memikirkan tempat tinggal baru atau menetap. Masalah ini juga berhubungan dengan kedekatan dengan orang tua. Ada pasangan yang tidak ingin dekat dengan orang tua, ada pasangan yang ingin selalu dekat dengan orang tua. Selain itu, akan terjadi perbedaan prioritas tempat tinggal. Ada pasangan yang memprioritaskan mempunyai rumah sendiri, ada pula yang menganggap hal ini tidak terlalu penting karena bisa mengontrak terlebih dahulu. Perbedaan inilah yang harus dibicarakan sebelum menikah. Dengan mencapai suatu kesepakatan, pernikahan anda dimasa depan tidak harus diwarnai perbedaan pendapat yang tidak perlu.

Baca Juga : 5 Tips Utama Dalam Menghemat Budget Pernikahan Anda

Keuangan

Uang merupakan satu hal yang sensitif bagi semua orang, tidak terkecuali bagi pasangan yang ingin menikah. Masalah keuangan banyak menjadi salah satu alasan perceraian, karena adanya ketidak-sesuaian antara ekspetasi dan realitas setelah menikah. Bagaimana mengatur keuangan untuk belanja, berapa yang harus ditabung, digunakan untuk apa saja gaji bulan, bagaimana mengatasi problem finansial dan hal-hal semacam ini benar-benar harus dibicarakan dan direncanakan sebelum menikah. Kenapa? Karena kondisi keuangan mau tidak mau akan mempengaruhi kondisi pernikahan kedepan. Jika tidak dibicarakan dan mencapai kesepakatan, bukan tidak mungkin akan menciptakan konflik yang berbahaya.

Privasi dan Rahasia

Menikah untuk sebagian orang bukan berarti berbagi 100% privasi dan rahasia. Ada kalanya seseorang tidak bisa membuka suatu rahasia berupa aib dan semacamnya kepada orang lain, termasuk calon suami atau istrinya sendiri. Bukan tidak ingin berbagi, namun bisa dikarenakan hal tersebut hanya akan menimbulkan kembali ‘luka’ dalam yang ingin dilupakan. Privasi dan rahasia calon pasangan memang merupakan hal yang sensitif bagi sebuah pernikahan, namun hal ini penting dan harus dibicarakan. Setiap pasangan yang ingin menikah harus menetapkan batasan-batasan mana saja yang bisa diperlihatkan dan batasan mana yang masih bisa disimpan sendiri. Dengan menetapkan batasan seperti ini sebelum menikah, diharapkan tidak akan terjadi saling-silang dan menyerang privasi masing-masing.

Demikian informasi yang bisa kami berikan tentang topik-topik penting yang harus dibicarakan sebelum memutuskan untuk menikah. Topik yang kami bahas di atas umumnya merupakan pondasi utama yang dapat menentukan arah dan tujuan suatu pernikahan. Jika dari awal pasangan tidak memiliki satu arah tujuan yang sama, mustahil akan lancar hubungan kedepannya. Untuk itu, silahkan bicarakan hal-hal ini dengan pasangan anda dulu yah!

Leave a Reply