Editor : Rani Yustita

Untuk anda yang baru menikah, menjadi pengantin baru mungkin hal yang paling membahagiakan selama hidup anda. Akhirnya setelah lama menunggu, mempersiapkan kartu undangan dan acara pernikahan, anda dan pasangan resmi menjadi pasangan yang sah dimata hukum dan negara. Anda sedang menikmati masa-masa paling hangat dalam pernikahan anda, yang mungkin tidak akan terulang lagi dimasa depan.

Pasangan pengantin baru biasanya sering dikaitkan dengan bulan madu, rasa cinta yang membara, dan semangat membangun rumah tangga yang menggebu-gebu. Sebelum menjadi pengantin baru, biasanya calon pengantin akan disuguhi mitos-mitos pengantin baru tentang pernikahan dan hidup berumah tangga dari orang-orang sekitarnya. Baik yang sudah menikah, maupun yang belum. Mitos-mitos ini kadang tidak masuk akal, dan tidak terbukti kebenarannya. Dan tidak hanya di Indonesia, mitos ini juga ternyata ada dan terkenal di seluruh dunia!

Nah, untuk anda yang penasaran tentang apa saja mitos-mitos pengantin baru yang terkenal ini, kami akan memberikan informasi nya di ulasan kami dibawah. Bersiap untuk belajar, bersiap untuk bertanya, dan bersiap juga untuk tertawa!

1. Melakukan Hubungan Seks Setiap Saat

Hayo, siapa yang suka ‘kepo’ dengan pasangan yang baru menikah dan bertanya ‘Gimana? Enak ga?’ atau ‘Sehari berapa kali?’. Yah, pertanyaan seperti ini memang sudah menjadi budaya orang-orang Indonesia, dan juga sebagian negara yang masih konservatif dan tradisional. Pada negara-negara yang konservatif seperti Indonesia, hubungan seks sebelum menikah merupakan salah satu hal yang dianggap tabu dan tidak boleh dilakukan.

Namun, apakah melakukan hubungan seks setiap saat merupakan mitos pengantin baru? Jawabannya adalah : Bisa jadi dan bisa juga tidak, tergantung pribadi dan pasangannya masing masing. Jika sedari awal pasangan suami istri ini ternyata sama-sama ‘kompatibel’ secara seksual dan mempunyai standar stamina yang besar, mungkin mereka bisa melakukannya setiap saat. Namun ada juga pasnagan pengantin baru yang jarang melakukannya, karena kesibukan dan alasan lainnya.

2. Pasangan Tidak Akan Selingkuh

Secara logika, tidak mungkin pasangan yang baru menikah akan berselingkuh. Pasangan pengantin baru merupakan pasangan yang sedang dimabuk asmara, dan penuh cinta. “Masa sih mereka tega selingkuh? Kan mereka baru menikah setelah sekian lama pacaran, dan lagi hot-hotnya” mungkin anda bertanya dalam hati.

Namun faktanya, banyak juga loh pasangan yang selingkuh walaupun baru saja menikah. Bisa jadi karena pernikahan yang dipaksakan, atau juga faktor individunya yang memang suka selingkuh. Faktanya, banyak orang yang tetap akan berselingkuh jika orang tersebut memang ‘hobi’ berselingkuh sebelum menikah.

Memang, pada saat bulan-bulan pertama kemungkinan pasangan anda selingkuh sangatlah kecil. Namun seiiring berjalannya waktu, jika niat dan nafsu untuk selingkuh masih ada kemungkin besar untuk terjadinya perselingkuhan. Untuk mencegah hal ini, anda harus terus mengingatkan pasangan bahwa tujuan menikah salah satunya adalah menjadi lebih baik. Membangun rumah tangga tidak akan berhasil tanpa adanya kepercayaan, karena itulah kedua belah pihak harus saling memberikan rasa percaya yang kuat.

3. Masa Bulan Madu Akan Bertahan Selamanya

Meskipun idealnya semua pasangan ingin rasa karsa pada bulan madu bertahan selamanya, kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Masa bulan madu memang menyenangkan, namun tentu tidak akan bertahan selamanya. Pernikahan anda akan naik turun, ada masa yang menyenangkan dan juga mengesalkan. Tidak jarang juga ada debat yang akan membuat pasangan menunjukan ‘wajah’ aslinya.

Benar, bahwa ada pasangan yang ‘memiliki semua romantisme’ yang membuat iri orang-orang disekitarnya. Tapi bukan berarti mereka menemukan resep super rahasia agar masa bulan madu bertahan selamanya. Mereka hanya mengandalkan beberapa hal simpel untuk menjaga hubungan tetap hangat dan romantis. Menjaga komunikasi, menjaga emosi, dan saling menjaga kepercayaan merupakan hal dasar yang akan membuat pasangan romantis.

4. Saling Cinta Dan Punya Tujuan Yang Sama Sudah Cukup

Bila anda merasa saling cinta dan saling percaya sudah cukup untuk mempertahankan pernikahan anda, maka anda salah. Pernikahan merupakan kerja keras antara pasangan, yang saling menguatkan dan saling melengkapi dalam membangun hubungan rumah tangga. Anda akan bertemu dengan konflik, debat, marah, sedih, kecewa, dan emosi-emosi yang pahit rasanya.

Punya tujuan hidup yang sama pun belum cukup untuk membuat pernikahan anda berjalan awet, lancar dan tahan lama. Pasangan dengan pernikahan yang sehat memang akan mempunyai tujuan hidup yang sama, tapi juga saling meluruskan jika sewaktu-waktu ada yang berbelok. Tanpa adanya effort atau usaha untuk saling menguatkan, bisa saja pernikahan tersebut akan retak ditengah jalan.

5. Menikah Akan Membuat Anda Utuh

Ada mitos pengantin baru yang menyatakan bahwa menikah akan membuat anda utuh. Dalam sebagian hal, menikah memang akan membuat hidup anda sempurna. Anda sudah mempunyai pasangan yang sah, dan pendamping hidup selamanya. Namun dalam sebagian hal yang lainnya, anda akan merasa terbebani dengan pernikahan ini. Mulai dari adaptasi perilaku pada pasangan anda, dan juga segala pengertian dan toleransi yang harus anda lakukan seumur hidup.

Pasangan yang sehat dalam membangun rumah tangga mempunyai pemahaman yang matang bahwa pasangan mereka tidak akan bisa menjadi 100% apa yang diidam-idamkan. Mengetahui kenyataan ini akan membuat anda terus belajar bertoleransi, mengerti dan beradaptasi terhadap perilaku dan sifat-sifat pasangan anda. Jika anda tidak memaksakan pasangan anda menjadi seperti apa yang anda inginkan, pernikahan sejatinya akan membuat anda utuh sebagai manusia.

6. Anda Harus Berdua Kemana-Mana

Mitos dimana pasangan pengantin akan melekat seperti biskuit dan krim yang selalu dimakan bersama, jelas salah besar. Benar, anda harus memiliki komitmen bersama pada pasangan anda. Berkomunikasi secara baik dan konstan, berbagi bersama, beraktifas bersama, dan saling menjaga satu sama lain. Namun, bukan berarti anda harus berdua kemana-mana. Anda tetaplah anda, dan pasangan anda tetaplah pasangan anda.

Anda memiliki hobi, tujuan hidup, prinsip, teman-teman dan lingkungan bermain yang berbeda dengan pasangan anda. Begitupun dengan pasangan anda, pasti ada perbedaan yang sekiranya sangat sulit untuk disamakan. Pernikahan bukan hanya menjadi satu, tapi bekerja sama untuk menjadi satu. Pernikahan juga berarti sebuah proses partnership dimana keamanan dan kebebasan untuk tetap bereskplorasi terjaga. Karena itu, anda tetaplah anda yang memiliki kehidupan pribadi sendiri, yang memiliki hubungan dan komitmen dengan pasangan anda.

Leave a Reply