Ada banyak perbedaan budaya pernikahan di luar negeri dan di Indonesia. Mulai dari pakaian, prosesi pernikahan, jenis kartu undangan pernikahan, makanan pada acara pernikahan, hingga adat istiadat yang di anut. Budaya pernikahan di Indonesia bisa bilang masih kental dengan adat-istiadat setempat dan ritual-ritual yang sudah ada sejak jaman dahulu. Salah satunya adalah budaya pingit. Sebelum seseorang menikah, biasanya calon pasangan pengantin harus mengenal budaya pingit terlebih dahulu.

Budaya pingit merupakan salah satu mitos ritual yang terkenal di Indonesia. Namun sudahkah anda mengenal budaya pingit secara menyeluruh? Banyak fakta-fakta yang ternyata miring sumbernya, termasuk mitos-mitos yang diragukan kebenaranya. Intinya, masih banyak informasi yang simpang siur dalam persoalan budaya pingit itu. Untuk itu, disini kami akan memberikan informasi mendalam tentang mengenal budaya pingit dalam pernikahan di Indonesia. Selamat membaca!

Definisi Pingit

Secara arti bahasa, arti pingit berarti mengurung atau dikurung, tidak bisa dan tidak boleh pergi kemana-mana. Dalam budaya yang berkembang di Indonesia, budaya pingit ini sebenarnya tidak dikhususkan untuk acara pernikahan saja. Budaya pingit jika kita liat dengan tinjauan historis, merupakan budaya yang berasal dari golongan priyayi (bangsawan) untuk menjaga anak gadis mereka. Pendidikan gadis pada zaman dahulu memang lebih terikat pada lingkungan rumah, bukan sekolah.

Sejatinya pingitan merupakan satu fase yang harus dilakukan oleh wanita yang mulai beranjak tumbuh dewasa. Pada saat mereka berumur 10 hingga 12 tahun, anak-anak wanita memulai budaya pingit mereka. Mereka akan bekerja melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak, menjahit, dan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk menjadi ibu dimasa depan.

Namun karena tergerus oleh kemajuan zaman, budaya pingit ini perlahan hilang, dan berganti konteks Sekarang, budaya pingit dijadikan sebagai salah satu ritual yang harus dilakukan oleh calon pengantin wanita. Inti dan konsepnya masih sama, hanya saja konteksnya yang berbeda.

Manfaat Budaya Pingit

Dalam mengenal budaya pingit pernikahan, ada beberapa manfaat yang katanya bisa dirasakan oleh pengantin wanita dan juga pengantin pria. Beberapa manfaat tersebut adalah :

  1. Menyiapkan Mental
    Salah satu manfaat dari melakukan pingitan adalah sang pengantin wanita bisa menyiapkan mental agar lebih siap dalam melaksanakan pernikahan. Mental yang kuat dan siap menikah akan mencegah pengantin wanita tampil grogi pada saat acara pernikahan digelar. Untuk menyiapkan mental, biasanya juga akan digelar semacam pengajian kecil-kecilan.

  2. Merawat Diri
    Selain untuk menyiapkan mental, budaya pingit pun bisa digunakan oleh pengantin wanita untuk merawat diri, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dalam beberapa adat, cara merawat diri pun menjadi hal yang harus diperhatikan. Ada larangan-larangan yang harus patuhi, seperti dilarang mandi selama 2 hari berturut-turut sebelum pernikahan dilaksanakan.

  3. Mendapatkan Pelatihan
    Jika keluarga pengantin merupakan salah satu jenis keluarga yang memegang erat tradisi keluarga, sang calon pengantin wanita akan mendapatkan pelatihan saat dipingit. Pelatihan-pelatihan ini biasanya akan berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, mencuci dan bersih-bersih. Hal ini ditujukan agar kelak setelah menikah, sang calon pengantin menjadi istri yang baik.

  4. Menjaga Keamanan Diri
    Hingga sekarang, masih banyak orang-orang tua yang merasa akan lebih aman jika calon pengantin wanita nya dipingit sebelum pernikahan. Pengantin wanita akan terjaga dari marabahaya yang kemungkinan akan menimpanya, seperti kecelakaan di jalan ataupun penjambretan.

  5. Memunculkan Rasa Kangen
    Rasa kangen yang meluap-luap merupakan salah satu manfaat yang bisa dirasakan oleh calon pengantin wanita. Katanya, dengan memiliki rasa kangen yang meluap-luap, kecantikan dan senyum calon pengantin wanita akan semakin keluar dan bersinar.
  6. Mengeluarkan Aura
    Percaya atau tidak, budaya pingit ini katanya akan mengeluarkan aura yang hanya dimiliki oleh pengantin baru. Aura ini akan membuat sang pengantin wanita menjadi pusat perhatian pada saat acara pernikahan. Pengantin wanita akan benar-benar cantik luar biasa, yang katanya hanya bisa terjadi pada saat hari pernikahannya.

Mengenal Budaya Pingit di Indonesia

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, budaya pingit merupakan salah satu jenis budaya yang sudah ada semenjak zaman dulu kala. Tradisi ini tercatat sudah ada pada zaman keraton terutama pada kerajaan Yogyakarta, yang di percaya merupakan cikal-bakal budaya pingit berkembang. Pada zaman itu, ada anggapan bahwa rumah tangga merupakan tiang masyarakat, dan masyarakat adalah tiang negara.

Tiang-tiang ini akan dijaga oleh suami dan istri yang menjadi fondasi, yang harus bekerja sama menciptakan tiang yang kuat. Karena itu, sang suami harus giat bekerja sementara sang istri harus giat juga bekerja di rumah, seperti membersihkan rumah dan melakukan kegiatan kewanitaan lainnya.

Dan jika dilihat secara sejarah, budaya pingitan ternyata sudah ada sejak zaman nenek moyang Sri Sultan Hamengkubuwono yang pertama. Budaya ini dipercaya dibawah oleh para pendatang yang datang dari Yogyakarta dan Solo, menuju Madura. Mereka kemudian tinggal berdampingan dengan masyarakat Madura, dengan membawa tradisi dan bahasa mereka. Tentu saja setelah lama tinggal berdampingan bersama, akan ada persatuan budaya pernikahan. Salah satu persatuan budaya pernikahan ini adalah budaya pingit.

Zaman sekarang, budaya pingit perlahan menghilang ditelan zaman, baik secara nilai historis maupun prakteknya. Banyak pengantin wanita yang merasa akan sangat membosankan melakukan budaya pingit. Namun, masih ada juga yang turut melestarikan budaya pingit ini, yang biasanya masih memegang erat adat istiadat keluarga.

Baca Juga : Mitos-Mitos Seputar Pernikahan

Yah, segala sesuatunya memang harus dilihat dan mengambil dari sisi positifnya. Dalam mengenal budaya pingit yang sudah ada dari zaman nenek moyang, tentu ada nilai-nilai yang harus kita pertahankan. Jika pada saat anda menikah, anda merasa lebih nyaman dan lebih aman melakukan budaya pingit, lakukanlah. Selain mendapatkan manfaat yang banyak, anda juga turut andil dalam melestarikan budaya Indonesia bukan?

Leave a Reply