Mengenal Disfungsi Seksual
Sumber : Loribrotto

Editor : Rani Yustita


Bagi pasangan yang baru menikah dan sedang membangun kehidupan rumah tangga, aktifitas seksual antar suami-istri pastinya merupakan hal yang tidak terlepaskan dalam menjalankan keseharian bersama. Namun apakah anda tahu bahwa banyak ditemukan pernikahan yang tidak berjalan lancar karena pasangannya menderita disfungsi seksual?

Disfungsi seksual atau sexual dysfunction adalah suatu proses kesulitan yang dialami seseorang dalam proses aktifitas seksual. Mulai dari kesulitan untuk mendapatkan pleasure atau kenyamanan, keinginan untuk melakukan aktitifas seksual, hingga masalah orgasme. Sudah jelas, disfungsi seksual akan berpengaruh besar terhadap kualitas dari aktifitas seksual yang dilakukannya.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai disfungsi seksual ini, kami memberikan informasi tentang jenis-jenis disfungsi seksual yang dialami pada pria dan wanita!

Gangguan Pada Keinginan Seksual
(Sexual Desire Disorder)

Gangguan pada keinginan seksual berpengaruh pada pengurangan libido seseorang yang ditandai dengan kurangnya hasrat untuk berhubungan seksual. Orang yang menderita kondisi ini tidak akan tertarik untuk berhubungan seksual, maupun dengan pasangannya sendiri. Disfungsi seksual ini disebabkan oleh berbagai macam hal, namun yang pasti masih berhubungan dengan produksi hormon yang tidak normal pada pria (testosterone) dan wanita (estrogen). Penyebab lainnya bisa berasal dari umur, tingkat stress, kehamilan, hingga obat-obatan.

Gangguan Gairah Seksual
(Sexual Arousal Disorders)

Gangguan gairah seksual biasanya lebih dikenal frigidity pada kaum wanita dan impotence atau impotensi pada pria. Frigidity jika dialami oleh wanita, akan kehilangan hasratnya untuk berhubungan seksual hingga kesakitan secara fisik jika dipaksakan.  Sedangkan impotensi merupakan salah satu disfungsi ereksi pada pria.

Disfungsi Ereksi
(Erectile Dysfunction)

Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan salah satu disfungsi seksual yang dialami oleh pria, dimana kelamin pria tersebut tidak bisa ber-ereksi. Ada beberapa penyebab disfungsi ini, mulai dari syaraf nervi erigentes yang terganggu atau rusak, diabetes, penyakit kardiovaskular dan penyakit lainnya yang menyebabkan aliran darah ke alat kelamin terganggu.

Penyebab disfungsi ereksi ini tidak hanya bisa berasal didalam tubuh, tapi juga bisa dari sisi psikis sang penderita. Pria yang menderita disfungsi ereksi biasanya akan merasa malu untuk mengakuinya, dan menjadi tabu untuk dibicarakan. Padahal, membicarakan disfungsi ini merupakan salah satu cara ampuh untuk menemukan solusinya.

Ejakulasi Prematur
(Premature Ejaculation)

Ejakulasi prematur adalah keadaan dimana ejakulasi terjadi pada saat pasangan belum mencapai orgasme, atau tingkat kepuasan yang ingin dicapai. Tidak ada waktu standar yang menunjukan bahwa seorang pria menderita ejakulasi yang prematur, namun biasanya itu terjadi dibawah 2 menit saat sedang berhubungan seksual. Dilihat dari diagnosis yang ada, pasien biasanya mempunyai catatan kronis tentang ejakulasi prematur, kontrol ejakulasi yang buruk, atau tingkat stress yang tinggi.

Gangguan Nyeri Seksual
(Sexual Pain Disorder)

Gangguan orgasme atau Orgasm Disorder biasanya ekslusif diderita wanita, yang biasa juga disebut sebagai dyspareunia (sakit saat berhubungan badan) atau vaginismus (kelainan otot dalam vagina). Dyspareunia bisa disebabkan karena kurangnya pelumas alami dalam vagina sang wanita yang menyebabkan kurangnya stimulasi yang halus, sehingga menyebabkan rasa sakit saat berhubungan. Kurangnya lubrikan alami bisa disebabkan oleh menopause, kehamilan, atau sedang menyusui. Bisa juga dikarenakan rasa tegang dan takut saat berhubungan seks.

Gangguan Orgasme
(Orgasm Disorder)

Gangguan orgasme dibagi menjadi dua : gangguan yang terjadi pada saat berhubungan badan dan setelah berhubungan badan (post-orgasmic). Gangguan orgasme adalah gangguan yang mengakibatkan seseorang tidak dapat merasakan orgasme atau tingkat orgasme yang sangat kurang. Gangguan bisa disebabkan dari fisik si penderita, sisi psikologis, atau karena obat-obatan yang dikonsumsi. Sedangkan gangguan orgasme setelah berhubungan badan atau post-orgasmic yang umum di derita adalah Post-coital Syndrome (PCT), Postorgasmic Illness Syndrome (POIS), dan Dhat Syndrome.  PCT adalah keadaan dimana penderita akan merasa melankolis dan khawatir setelah berhubungan badan. POIS yang biasanya diderita oleh kaum laki-laki mengakibatkan sakit otot di seluruh tubuh setelah mengalami ejakulasi. Parahnya, sakit otot ini bisa diderita selama 1 minggu.

Baca Juga : 5 Tes Kesehatan Penting Untuk Anda Yang Ingin Menikah

Tidak ada seorang pun yang ingin terkena penyakit-penyakit yang akan berdampak buruk pada tubuh. Semua orang ingin tubuhnya berjalan dengan lancar, berfungsi sempurna dan tanpa hambatan. Untuk itu, anda sebaiknya mengetahui jenis-jenis disfungsi seksual yang mungkin dapat terjadi, sehingga anda tahu apa gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya.

Leave a Reply